Rabu, 12 September 2018

“AYAH” Sajak Rio Pamungkas

-Intan Sugestiningsih

kupandangi deret potret beku masa lalu
lencana tanda bakti menghias rapi di dadamu
dari sekian garis pelangi dan perak bintang
dimanakah engkau sematkan cintaku?

kau lah haluan garis depan kehidupan
tumpuan doa dan harapan kami
disana aku dapat memanggilmu
dengan sebutan yang paling meluluhkan duka

aku ini anak rahim perjuangan
terlahir dari bengis dunia
kekar dalam pangkuanmu

jika malam datang menjelma
setiaku memikul kata katamu
pantang merintih meniti asa
pewaris punggung keperkasaanmu

diam wajahmu mengisaratkan waktu
disana engkau melihatku sembari tersenyum
senyuman tanpa ketiadaan

Yogyakarta, 13 Desember 2013


Sabtu, 19 April 2014

Telur

mata ini masih terjaga
mengengkrami malam
sampai fajar akan segera menetas
menetaskan butiran rindu

basuh basah wajahku
basuh basah wajahmu
ajak aku
bertemu kekasihku

rindu ini
seperti ayam jago
kawin sana-sini
semakin banyak betina bertelur

Yogyakarta, 19 April 2014

Senin, 14 April 2014

Rindu

namamu merasukiku
sampai selalu
terngiang-ngiang
di kedua telingaku

wajahmu menembus palung mataku
sampai ke ruang penyimpanan
paling rapi
yang ada di kepalaku

perkara sulit
untuk tidak memikirkanmu

apakah itu rindu?

Yogyakarta, 14 April 2014

Jumat, 24 Januari 2014

Kabut

menelanjangi kabut
jarak pandang tetaplah pendek
hingga hanya cinta yang terperangkap mata
kusimpan cinta itu di balik awan mendung
agar tanah segera menemukan basah
kabut hilang sebab mentari kembali pulang

Wonosobo, 24 Januari 2014