kupandangi deret potret beku
masa lalu
lencana tanda bakti menghias
rapi di dadamu
dari sekian garis pelangi dan
perak bintang
dimanakah engkau sematkan
cintaku?
kau lah haluan garis depan kehidupan
tumpuan doa dan harapan kami
disana aku dapat memanggilmu
dengan sebutan yang paling
meluluhkan duka
aku ini anak rahim perjuangan
terlahir dari bengis dunia
kekar dalam pangkuanmu
jika malam datang menjelma
setiaku memikul kata katamu
pantang merintih meniti asa
pewaris punggung keperkasaanmu
diam wajahmu mengisaratkan
waktu
disana engkau melihatku sembari
tersenyum
senyuman tanpa ketiadaan
Yogyakarta, 13 Desember 2013