Secara
garis besar makalah panjang terdir atas 3 bagian ; bagian awal, bagian inti,
dan bagian akhir. Isi ketiga bagian tersebut dipaparkan sebagai berikut:
a) Bagian
Awal
Halaman
Sampul
Daftar
Isi
Daftar
tabel dan gambar (jika ada)
b) Bagian
Inti
Pendahuluan
Latar
belakang penulisan makalah
Masalah
atau topik pembahasan
Tujuan
Penulisan makalah
Pembahasan
Penutup
Penutup
c) Bagian
Akhir
Daftar
Rujukan
Lampiran
(jika ada)
a.
Isi Bagian Awal
1) Halaman
Sampul
Hal – hal yang harus ada pada
bagian sampul adalah judul makalah, keperluan atau maksud ditulisnya makalah,
nama penulis makalah, dan tempat serta waktu penulisan makalah. Keperluan atau
maksud penulisan makalah berupa, misalnya, untuk memenuhi tugas suatu mata
kuliah yang yang dibina oleh dosen X. tempat dan waktu yang dimaksud dapat
berisi nama lembaga (universitas, fakultas, dan jurusan), nama kota serta bulan
dan tahun.
2) Daftar
Isi
Daftar isi berfungsi memberikan panduan
dan gambaran tentang garis besar isi makalah. Melalui daftar isi, pembaca akan
dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian yang membangun makalah. Selain itu,
melalui daftar isi akan dapat diketahui sistematika penulisan makalah yang
digunakan. Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebihdari duapuluh
halaman. Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan : judul bagian ditulis
dengan menggunakan huruf kecil (kecuali awal akata selain kata tugas),
penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman
tempat pemuatan dalam makalah. Penulisan daftar isi dilakukan dengan
menggunakan spasi tunggal dengan jarak antarbagian 2 spasi.
3) Daftar
Tabel dan Gambar
Penulisan daftar tabel dan gambar
juga dimaksudkan untk memudahkan pembaca menemukan tabel atau gambar yang
terdapat dalam makalah. Penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan dengan cara
sebagai berikut. Identitas tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama)
dituliskan secara lengkap. Jika tabel dan gambar lebih, sebaiknya penulisan
daftar tabel dan gambar dilakukan secara terpisah. Tetapi jika dalam makalah
hanya terdapat sebuah tabel atau gambar, sebaiknya daftar tabel atau gambar
disatukan dengan daftar isi makalah.
4) Isi Bagian Inti
Bagian inti terdiri atas tiga unsur pokok, yaitu
pendahuluan, teks utama, (pembahasan topic-topik), dan penutup. Ada tiga macam
cara penulisan yang dapat digunakan dalam menuliskan makalah. Ketiga
sistematika penulisan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a) Penulisan
dengan menggunakan angka (Romawi dan atau Arab)
b) Penulisan
dengan menggunakan angka yang dikombinasikan dengan abjad
c) Penulisan
tanpa menggunakan angka ataupun abjad
A.
Pendahuluan
Bagian
pendahuluan berisi penjelasan latar belakang penulisan makalah, masalah atau topik
bahasan beserta bahasannya, dan tujuan penulisan makalah. Penulisan bagian
pendahuluan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
1.
Setiap unsure dari bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai
subbagian. Jika penulisan makalah dilakukan dengan menggunakan angka maka dapat
dijumpai judul subbagian seperti berikut:
A. Pendahuluan
1. Latar
belakang
2. Masalah
atau topik bahasan
3. Tujuan
penulisan makalah
2. Semua
unsur yang terdapat bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian,
sehingga tidak dijumpai adanya sub-subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk
menandai unsur (misalnya, untuk membedakan antara paparan yang berisi latar
belakang dengan masalah) cukup dilakukan dengan pergantian paragraf.
B.
Latar
Belakang
Butir-butir
yang seharusnya ada dalam latar belakang penulisan makalah adalah hal-hal yang
melandasi perlunya ditulis malakah. Hal-hal yang dimaksud dapat berupa paparan
teoritis ataupun paparan yang bersifat praktis, tetapi bukan alasan yang
bersifat pribadi. Yang pokok, bagian ini harus dapat mengantarkan pembaca pada
masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan bahwa masalah
atau topik tersebut memang perlu dibahas
1. Penulisan
latar belakang dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
Dimulai dengan sesuatu yang diketahui bersama (pengetahuan umum) atau teori yang relavan dengan masalah atau topik yang akan ditulis, selanjutnya diikuti dengan paparan yang menunjukkan bahwa tidak selamanya hal tersebut dapat terjadi
Dimulai dengan sesuatu yang diketahui bersama (pengetahuan umum) atau teori yang relavan dengan masalah atau topik yang akan ditulis, selanjutnya diikuti dengan paparan yang menunjukkan bahwa tidak selamanya hal tersebut dapat terjadi
2. Dimulai
dengan suatu pertanyaan retoris yang diperkirakan dapat mengantarkan pembaca
pada masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah
3. Dimulai
dengan sebuah kutipan dari orang yang terkenal, ungkapan atau slogan,
selanjutnya dihubungkan atau ditunjukkan relevansinya dengan masalah atau topik
yang akan dibahas dalam makalah.
C. Masalah atau Topik
Bahasan
Setelah
bagian latar belakang dipaparkan, selanjutnya diutarakan masalah atu topik
bahasan beserta batasannya. Masalah atau topik bahasan yang dimaksud adalah apa
yang akan dibahas dalam makalah. Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada
persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga mencakup persoalan yang
memerlukan penjelasan lebih lanjut, persoalan yang memerlukan pendeskripsian
lebih lanjut, dan persoalan yang memerlukan penegasan lebih lanjut. Masalah
dalam penulisan makalah seringkali disinonimkan dengan topik (meskipun kedua
istilah ini tidak selalu memiliki pengertian yang sama).
Masalah
atau topik bahasan sebenarnya merupakan hal yang pertama kali harus ditetapkan
dalam penulisan makalah. Artinya, kegiatan penulisan makakah diawali dengan
penentuan masalah atau topik makalah, yang selanjutnya diikuti dengan
penyusunan garis besar isi makalah (meskipun kedua istilah ini tidak selalu
memiliki pengertian yang sama).
Topik
dapat ditentukan oleh orang lain atau ditentukan sendiri. Lazimnya, topik
makalah yang telah ditentukan bersifat sangat umum, sehingga perlu dilakukan
spesifikasi atau pembatasan topik. Pembatasan topik makalah seringkali
didasarkan pada pertimbangan kemenarikan dan signifikasinya, serta pertimbangan
kemampuan dan kesempatan. Jika topik makalah ditentukan sendiri oleh penulis
makalah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
1. Topik
yang dipilih haruslah ada manfaatnya, baik dari segi praktis ataupun dari segi
teoritis, dan layanan untuk dibahas
2. Topik
yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis.
3. Topik
yang dipilih haruslah dikuasai, dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu
baru bagi penulis
4. Bahan
yang diperlukan sehubungan dengan topik tersebut memungkinkan untuk diperoleh.
Pembahasan
topik makalah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Letakkan
topik pada posisi sentral dan ajukan pertanyaan apakah topik masih dapat
dirinci.
2. Daftar
rincian-rincian topik itu dan pilihlah salah satu rincian topik tersebut untuk
diangkat ke dalam makalah
3. Ajukan
pertanyaan apakah rincian topik yang telah dipilih dapat dipilih lagi.
Dalam
membuat judul makalah beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan.
1. Judul
harus mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat dalam
makalah.
2. Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa
atau klausa, bukan dalam bentuk kalaimat. Itulah sebabnya judul makalah tidak
diakhiri dengan tanda tititk.
3. Judul makalah hendaknya singkat dan jelas.
Sebaiknya, judul makalah berkisar antara 5 sampai 15 kata.
4. Judul
hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isinya. Namun judul
makalah harus tetap mencerminkan isi makalah.
D.
Tujuan
Penulisan Makalah
Perumusan
tujuan penulisan makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan
oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu, tetapi lebih mengarah pada apa yang
ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut. Penulisan tujuan penulisan
makalah memiliki fungsi ganda: bagi penulis makalah dan bagi pembaca makalah.
Bagi penulis makalah, rumusan tujuan penulisan makalah dapat mengarahkan
kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya dalam menulis makalah khususnya dalam
pengumpulan bahan penulisan. Bagi pembaca makalah perumusan tujuan penulisan
makalah memberikan informasi tentang apa yang disampaikan dalam makalah
tersebut.
E.
Teks
Utama
Bagian
teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Isi bagian teks utama
sangat bervariasi, tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Penulisan
bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik secara mendalam
dan tuntas, dengan menggunakan gaya penulisan ringkas, lancar, dan langsung
dalam persoalan, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pengertian
mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Dalam
penulisan teks utama, hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara
penyampaian yang melingkar-lingkar. Hindarilah penggunaan kata-kata seperti:
dan sebagainya, dan lain-lain (yang lain itu apa), yang sebesar-besarnya
(seberapa besarnya).
Penulisan teks utama makalah sangat
bervatiasi, tergantung pada jenis topik yang dibahas. Kegiatan pokok penulisan
bagian teks utama adalah membahas topik beserta subtopiknya sesuai dengan
tujuan penulisan makalah. Pembahasan topik beserta subtopiknya dapat dilakukan
dengan menata dan merangkai bahan yang telah dikumpulkan. Beberapa teknik
perangkaian bahan untuk membahas topik beserta subtopiknya dapat dikemukakan
seprti berikut:
1. Mulailah
dari ide/hal yang bersifat sederhana/khusus menuju hal yang besifat kompleks/umum,
atau sebaliknya.
2. Gunakan
teknik metafor, kiasan, perumpamaan, penganaogian, dan perbandingan.
3. Gunakan
teknik diagram dan klasifikasi.
4. Gunakan
teknik pemberian contoh.
F.
Penutup
Bagian penutup berisi kesimpulan
atau rangkuman pembahasan dan saran-saran (jika memang dipandang perlu). Bagian
penutup menandakan berakhirnya penulisan makalah. Penulisan bagian penutup
makalah dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berikut:
1. Penegasan
kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan, tanpa diikuti
dengan kesimpulan. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk
memberikan kesimpulan terhadap masalah yang dibahas, atau dimaksudkan agar
pembaca menarik kesimpulan sendiri.
2. Menarik
kesimpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah.
G.
Isi
Bagian Akhir
Bagian akhir makalah berisi daftar
rujukan dan lampiran-lampiran (jika ada).
Daftar
Rujukan
Aturan-aturan
dalam penulisan daftar rujukan atau daftar pu8staka dari beberapa sumber
1. Daftar
Pustaka Berupa Buku
Aturan
penulisannya adalah nama penulis, tahun terbi. Judul. Kota: Nama penerbit. Adapun contohnya sebagai berikut.
Keraf, Gorys. 2005. Komposisi.Flores:
Nusa Indah..
2. Daftar
Pusaka Berupa Buku K umpulan Artikel
Aturan
penulisannya adalah nama penulis (Ed.). Tahun rbii.Judul. Kota: Nama penerbit.
Contohnya sebagai berikutujaro dan Jabrohim (Ed.). 2002. Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transforasi Sosial Budaya
Abad XXI. Yogyakarta: Gama Media.
3. Daftar
staa deeaml Satu Artikel dari Buku Kumpulan Artikel
Nama
penulis Artikel ditulis d depan diikuti tahun penerbitan, judul artikel diapit
tanda kutip tanpa huruf miring. Setelah itu ditulis nama editor, judul buku
kumpulan artikel, kota terbit, nama penerbit dan nomor halaman.
Contohnya
sebagai berikut. Ratih, Rina. 2001. “Salah
Asuhan Karya Abdoel Moeis: Ras dan Pencintaan pada Masa Kolonialisme”.Dalam
Sujarwo dan Jabrohim (Ed.), Bahasa dan
Sastra Indonesia Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI.
Yogyakarta: Gama Media Hlm : 252-267.
4. Daftar
Pustaka Berasal sari Artikel dalam Jurnal.
Aturan
penulisnya adalah nama penulis artikel ditulis di depan diikuti tahun , judul
artikel, nama jurnal, nomor, volume dan halaman. Contohnya sebagai berikut.
Yumartati A. (2011). “Kajian Implikatur wacana Humor Anekdote Sufi dari
Nasarudin: Kajian Pragmatik” Bahastra, 2, XXV, hlm. 21-46
5. Daftar
Pustaka dari Artikel Majalah/Koran
Nama
penulis ditulis dahulu dilanjutkan tanggal, bulan dan tahun (jika ada). “Judul
artikel”. Nama majalah/Koran dicetak iringdiikuti nomor halaman . Contohnya
sebagai berikut. Suanto 20 Oktober 2012. Kepunahan Bahasa Daerah. Siapa
Peduli?“ Kedaulatan Rakyat. Hlm.10
6. Daftar
Pustaka dari Karya Terjemahan
Aturan
penulisannya adalah nama penulisa asli ditulis dahulu diikuti tahun terbit
asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun tejemahan tempat terbit dan nama
penerbit. Contohnya sebagai berikut. Yule, George. 1996. Pragmatik. Terjemahan oleh Indah Fajar Wahyuni dan Rombe Mutajab.
2006. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
7. Daftar
Pustaka dari Skripsi, Thesis atau Disertasi
Aturan
penulisannya adalah nama penulis diikuti tahun yang ada di sampul, judul yang
diapit tanda kutip, diikuti jenis karya ilmiah, nama kota tempat perguruan
tinggi, nama fakultas, dan nama perguruan tinggi. Contohnya sebagai berikut.
Sulistiyono, Roni. 2006. “Analisis Mikrostruktural dan Makrostruktural Novel Para Priyayi.” Skripsi. Yogyakarta: FKIP
UAD
8. Daftar
Pustaka dari Internet
Aturan
penulisannya adalah nama penulis terlebih dahulu kemudian diikuti tahun, judul
karya tulis yang diapit tanda kutip, diakhiri alamat sumber pustaka dan tanggal
akses. Contohnya sebagai berikut. Nunan, David. 1997. “Listening In Language
Learning”. http://www.jaltpublication.org.
diunduh tanggal 12 Desember 2002
Lampiran
Bagian lampiran berisi hal-hal yang
bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Hal-hal
yang dimaksud dapat berupa data (baik yang berupa angka-angka ataupun yang
berupa deskripsi verbal) dan yang dipandang sangat penting tetapi tidak
dimasukkan dalam batang tubuh makalah. Bagian lampiran hendaknya juga diberi
nomor halaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar