Selasa, 14 Januari 2014

Format Penulisan Makalah

Secara garis besar makalah panjang terdir atas 3 bagian ; bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Isi ketiga bagian tersebut dipaparkan sebagai berikut:
a)      Bagian Awal
Halaman Sampul
Daftar Isi
Daftar tabel dan gambar (jika ada)
b)      Bagian Inti
Pendahuluan
Latar belakang penulisan makalah
Masalah atau topik pembahasan
Tujuan Penulisan makalah
Pembahasan
Penutup
c)      Bagian Akhir
Daftar Rujukan
Lampiran (jika ada)

a.         Isi Bagian Awal
1)      Halaman Sampul
            Hal – hal yang harus ada pada bagian sampul adalah judul makalah, keperluan atau maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah, dan tempat serta waktu penulisan makalah. Keperluan atau maksud penulisan makalah berupa, misalnya, untuk memenuhi tugas suatu mata kuliah yang yang dibina oleh dosen X. tempat dan waktu yang dimaksud dapat berisi nama lembaga (universitas, fakultas, dan jurusan), nama kota serta bulan dan tahun.
2)      Daftar Isi
            Daftar isi berfungsi memberikan panduan dan gambaran tentang garis besar isi makalah. Melalui daftar isi, pembaca akan dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian yang membangun makalah. Selain itu, melalui daftar isi akan dapat diketahui sistematika penulisan makalah yang digunakan. Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebihdari duapuluh halaman. Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan : judul bagian ditulis dengan menggunakan huruf kecil (kecuali awal akata selain kata tugas), penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemuatan dalam makalah. Penulisan daftar isi dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan jarak antarbagian 2 spasi.
3)      Daftar Tabel dan Gambar
            Penulisan daftar tabel dan gambar juga dimaksudkan untk memudahkan pembaca menemukan tabel atau gambar yang terdapat dalam makalah. Penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan dengan cara sebagai berikut. Identitas tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama) dituliskan secara lengkap. Jika tabel dan gambar lebih, sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan secara terpisah. Tetapi jika dalam makalah hanya terdapat sebuah tabel atau gambar, sebaiknya daftar tabel atau gambar disatukan dengan daftar isi makalah.
4)      Isi  Bagian Inti
Bagian inti terdiri atas tiga unsur pokok, yaitu pendahuluan, teks utama, (pembahasan topic-topik), dan penutup. Ada tiga macam cara penulisan yang dapat digunakan dalam menuliskan makalah. Ketiga sistematika penulisan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a)      Penulisan dengan menggunakan angka (Romawi dan atau Arab)
b)      Penulisan dengan menggunakan angka yang dikombinasikan dengan abjad
c)      Penulisan tanpa menggunakan angka ataupun abjad

A.      Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisi penjelasan latar belakang penulisan makalah, masalah atau topik bahasan beserta bahasannya, dan tujuan penulisan makalah. Penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
1.   Setiap unsure dari bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai subbagian. Jika penulisan makalah dilakukan dengan menggunakan angka maka dapat dijumpai judul subbagian seperti berikut:
A. Pendahuluan
1.      Latar belakang
2.      Masalah atau topik bahasan
3.      Tujuan penulisan makalah

2.      Semua unsur yang terdapat bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian, sehingga tidak dijumpai adanya sub-subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk menandai unsur (misalnya, untuk membedakan antara paparan yang berisi latar belakang dengan masalah) cukup dilakukan dengan pergantian paragraf.


B.       Latar Belakang
Butir-butir yang seharusnya ada dalam latar belakang penulisan makalah adalah hal-hal yang melandasi perlunya ditulis malakah. Hal-hal yang dimaksud dapat berupa paparan teoritis ataupun paparan yang bersifat praktis, tetapi bukan alasan yang bersifat pribadi. Yang pokok, bagian ini harus dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan bahwa masalah atau topik tersebut memang perlu dibahas
1.      Penulisan latar belakang dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
Dimulai dengan sesuatu yang diketahui bersama (pengetahuan umum) atau teori yang relavan dengan masalah atau topik yang akan ditulis, selanjutnya diikuti dengan paparan yang menunjukkan bahwa tidak selamanya hal tersebut dapat terjadi
2.      Dimulai dengan suatu pertanyaan retoris yang diperkirakan dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah
3.     Dimulai dengan sebuah kutipan dari orang yang terkenal, ungkapan atau slogan, selanjutnya dihubungkan atau ditunjukkan relevansinya dengan masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah.

C.      Masalah atau Topik Bahasan
            Setelah bagian latar belakang dipaparkan, selanjutnya diutarakan masalah atu topik bahasan beserta batasannya. Masalah atau topik bahasan yang dimaksud adalah apa yang akan dibahas dalam makalah. Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga mencakup persoalan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, persoalan yang memerlukan pendeskripsian lebih lanjut, dan persoalan yang memerlukan penegasan lebih lanjut. Masalah dalam penulisan makalah seringkali disinonimkan dengan topik (meskipun kedua istilah ini tidak selalu memiliki pengertian yang sama).
Masalah atau topik bahasan sebenarnya merupakan hal yang pertama kali harus ditetapkan dalam penulisan makalah. Artinya, kegiatan penulisan makakah diawali dengan penentuan masalah atau topik makalah, yang selanjutnya diikuti dengan penyusunan garis besar isi makalah (meskipun kedua istilah ini tidak selalu memiliki pengertian yang sama).
Topik dapat ditentukan oleh orang lain atau ditentukan sendiri. Lazimnya, topik makalah yang telah ditentukan bersifat sangat umum, sehingga perlu dilakukan spesifikasi atau pembatasan topik. Pembatasan topik makalah seringkali didasarkan pada pertimbangan kemenarikan dan signifikasinya, serta pertimbangan kemampuan dan kesempatan. Jika topik makalah ditentukan sendiri oleh penulis makalah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
1.   Topik yang dipilih haruslah ada manfaatnya, baik dari segi praktis ataupun dari segi teoritis, dan layanan untuk dibahas
2.      Topik yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis.
3.      Topik yang dipilih haruslah dikuasai, dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu baru bagi penulis
4.      Bahan yang diperlukan sehubungan dengan topik tersebut memungkinkan untuk diperoleh.
Pembahasan topik makalah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.      Letakkan topik pada posisi sentral dan ajukan pertanyaan apakah topik masih dapat dirinci.
2.      Daftar rincian-rincian topik itu dan pilihlah salah satu rincian topik tersebut untuk diangkat ke dalam makalah
3.      Ajukan pertanyaan apakah rincian topik yang telah dipilih dapat dipilih lagi.
Dalam membuat judul makalah beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan.
1.      Judul harus mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat dalam makalah.
2.   Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa atau klausa, bukan dalam bentuk kalaimat. Itulah sebabnya judul makalah tidak diakhiri dengan tanda tititk.
3.     Judul makalah hendaknya singkat dan jelas. Sebaiknya, judul makalah berkisar antara 5 sampai 15 kata.
4.   Judul hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isinya. Namun judul makalah harus tetap mencerminkan isi makalah.

D.           Tujuan Penulisan Makalah
Perumusan tujuan penulisan makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu, tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut. Penulisan tujuan penulisan makalah memiliki fungsi ganda: bagi penulis makalah dan bagi pembaca makalah. Bagi penulis makalah, rumusan tujuan penulisan makalah dapat mengarahkan kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya dalam menulis makalah khususnya dalam pengumpulan bahan penulisan. Bagi pembaca makalah perumusan tujuan penulisan makalah memberikan informasi tentang apa yang disampaikan dalam makalah tersebut.

E.            Teks Utama
Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Isi bagian teks utama sangat bervariasi, tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Penulisan bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik secara mendalam dan tuntas, dengan menggunakan gaya penulisan ringkas, lancar, dan langsung dalam persoalan, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pengertian mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Dalam penulisan teks utama, hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar. Hindarilah penggunaan kata-kata seperti: dan sebagainya, dan lain-lain (yang lain itu apa), yang sebesar-besarnya (seberapa besarnya).
            Penulisan teks utama makalah sangat bervatiasi, tergantung pada jenis topik yang dibahas. Kegiatan pokok penulisan bagian teks utama adalah membahas topik beserta subtopiknya sesuai dengan tujuan penulisan makalah. Pembahasan topik beserta subtopiknya dapat dilakukan dengan menata dan merangkai bahan yang telah dikumpulkan. Beberapa teknik perangkaian bahan untuk membahas topik beserta subtopiknya dapat dikemukakan seprti berikut:
1.      Mulailah dari ide/hal yang bersifat sederhana/khusus menuju hal yang besifat kompleks/umum, atau sebaliknya.
2.      Gunakan teknik metafor, kiasan, perumpamaan, penganaogian, dan perbandingan.
3.      Gunakan teknik diagram dan klasifikasi.
4.      Gunakan teknik pemberian contoh.

F.            Penutup
            Bagian penutup berisi kesimpulan atau rangkuman pembahasan dan saran-saran (jika memang dipandang perlu). Bagian penutup menandakan berakhirnya penulisan makalah. Penulisan bagian penutup makalah dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berikut:
1.      Penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan, tanpa diikuti dengan kesimpulan. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk memberikan kesimpulan terhadap masalah yang dibahas, atau dimaksudkan agar pembaca menarik kesimpulan sendiri.
2.      Menarik kesimpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah.

G.           Isi Bagian Akhir
            Bagian akhir makalah berisi daftar rujukan dan lampiran-lampiran (jika ada).
Daftar Rujukan
Aturan-aturan dalam penulisan daftar rujukan atau daftar pu8staka dari beberapa sumber
1.      Daftar Pustaka Berupa Buku
Aturan penulisannya adalah nama penulis, tahun terbi. Judul. Kota: Nama penerbit. Adapun contohnya sebagai berikut. Keraf, Gorys. 2005. Komposisi.Flores: Nusa Indah..
2.      Daftar Pusaka Berupa Buku K umpulan Artikel
Aturan penulisannya adalah nama penulis (Ed.). Tahun rbii.Judul. Kota: Nama penerbit. Contohnya sebagai berikutujaro dan Jabrohim (Ed.). 2002. Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transforasi Sosial Budaya Abad XXI. Yogyakarta: Gama Media.
3.      Daftar staa deeaml Satu Artikel dari Buku Kumpulan Artikel
Nama penulis Artikel ditulis d depan diikuti tahun penerbitan, judul artikel diapit tanda kutip tanpa huruf miring. Setelah itu ditulis nama editor, judul buku kumpulan artikel, kota terbit, nama penerbit dan nomor halaman.
Contohnya sebagai berikut. Ratih, Rina. 2001. “Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis: Ras dan Pencintaan pada Masa Kolonialisme”.Dalam Sujarwo dan Jabrohim (Ed.), Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI. Yogyakarta: Gama Media Hlm : 252-267.
4.      Daftar Pustaka Berasal sari Artikel dalam Jurnal.
Aturan penulisnya adalah nama penulis artikel ditulis di depan diikuti tahun , judul artikel, nama jurnal, nomor, volume dan halaman. Contohnya sebagai berikut. Yumartati A. (2011). “Kajian Implikatur wacana Humor Anekdote Sufi dari Nasarudin: Kajian Pragmatik” Bahastra, 2, XXV, hlm. 21-46
5.      Daftar Pustaka dari Artikel Majalah/Koran
Nama penulis ditulis dahulu dilanjutkan tanggal, bulan dan tahun (jika ada). “Judul artikel”. Nama majalah/Koran dicetak iringdiikuti nomor halaman . Contohnya sebagai berikut. Suanto 20 Oktober 2012. Kepunahan Bahasa Daerah. Siapa Peduli?“ Kedaulatan Rakyat. Hlm.10
6.      Daftar Pustaka dari Karya Terjemahan
Aturan penulisannya adalah nama penulisa asli ditulis dahulu diikuti tahun terbit asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun tejemahan tempat terbit dan nama penerbit. Contohnya sebagai berikut. Yule, George. 1996. Pragmatik. Terjemahan oleh Indah Fajar Wahyuni dan Rombe Mutajab. 2006. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
7.      Daftar Pustaka dari Skripsi, Thesis atau Disertasi
Aturan penulisannya adalah nama penulis diikuti tahun yang ada di sampul, judul yang diapit tanda kutip, diikuti jenis karya ilmiah, nama kota tempat perguruan tinggi, nama fakultas, dan nama perguruan tinggi. Contohnya sebagai berikut. Sulistiyono, Roni. 2006. “Analisis Mikrostruktural dan Makrostruktural Novel Para Priyayi.” Skripsi. Yogyakarta: FKIP UAD
8.      Daftar Pustaka dari Internet
Aturan penulisannya adalah nama penulis terlebih dahulu kemudian diikuti tahun, judul karya tulis yang diapit tanda kutip, diakhiri alamat sumber pustaka dan tanggal akses. Contohnya sebagai berikut. Nunan, David. 1997. “Listening In Language Learning”. http://www.jaltpublication.org. diunduh tanggal 12 Desember 2002

Lampiran

            Bagian lampiran berisi hal-hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Hal-hal yang dimaksud dapat berupa data (baik yang berupa angka-angka ataupun yang berupa deskripsi verbal) dan yang dipandang sangat penting tetapi tidak dimasukkan dalam batang tubuh makalah. Bagian lampiran hendaknya juga diberi nomor halaman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar