: ayah
Sudah cukup lama kita tak bertemu, dua tahun lebih. Bagaimana kabar ayah? Sudah nyaman di surga? Apa masih ada yang membuat kopi untuk ayah setiap pagi dan malam? Atau ayah sudah tidak menyukai kopi? Minuman apa yang ayah suka sekarang?
Selama ini aku banyak merindukanmu. Hanya saja terlalu banyak dan aku hanya mampu diam. Banyak hal yang ingin kuceritakan kepadamu, tetapi kita tak pernah bertemu. Ada sebuah lagu yang kerap kali kudengar dulu. Sekarang aku tidak lagi sering mendengarkan. Jika kudengarkan pasti akan ada hujan di pipi.
Untuk Ayah tercintaAku ingin bernyanyiWalau air mata dipipikuAyah dengarkanlahAku ingin berjumpaWalau hanya dalam mimpi
Lihatlah hari bergantiNamun tiada seindah duluDatanglah aku ingin bertemuDenganmu aku bernyanyi
Jadi, kapan kita bertemu lagi? Aku rindu kau dudukan di pundakmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar